Hasilnya, fakultas membangun jalur landai (ramp) yang sesuai dengan kebutuhan pengguna kursi roda dan kruk. Ramp tersebut menjadi hasil nyata advokasi bersama dan yang pertama menghubungkan beberapa tempat sekaligus di Fisipol UGM.
“Saya dikirimi foto oleh teman-teman BEM dan fakultas saat ramp itu dibangun. Itu bukan untuk saya pribadi, tapi untuk semua,” ujarnya. Bagi Aida, pendidikan inklusif bukan soal belas kasihan, melainkan soal hak dan keberlanjutan.
Lulus Tercepat dan Tesis Terbaik
Kerja keras Aida membuahkan hasil yang membanggakan. Ia tercatat sebagai mahasiswa tercepat lulus di antara mahasiswa Magister Hubungan Internasional konsentrasi MAIR angkatan 2023.
Pada November 2024, Aida resmi menyandang gelar magister. Tak berhenti di situ, tesis yang ia susun juga dinilai sebagai tesis terbaik program studi.
“Saya lulus pertama, dan setelah semua teman-teman lulus, saya dapat kabar bahwa tesis saya terpilih sebagai yang terbaik,” katanya dengan rasa syukur. Prestasi ini menegaskan bahwa penyandang disabilitas bukan hanya mampu bertahan di dunia akademik, tetapi juga unggul.

