Antusiasme peserta tahun ini disebut luar biasa. Apsumsi menghimpun 14 ketua operator dari berbagai daerah yang sebelumnya telah menggelar kompetisi regional. Dari situ, tampil para juara yang mewakili 38 provinsi di seluruh Indonesia.
Menurut Agus, keberadaan jaringan sekitar 5.000 Sekolah Sepak Bola (SSB) di bawah Apsumsi merupakan modal besar untuk mendukung pencarian bakat. Nantinya, talent scouting diharapkan bisa menemukan bibit terbaik yang kelak memperkuat Timnas Indonesia.
“Harapan kami, ajang ini bisa menjadi sarana percepatan pembangunan sepak bola secara berjenjang. Setelah U10 dan U12, mereka akan masuk ke jenjang U13 melalui Piala Suratin PSSI, lalu berlanjut U15, U17, hingga nasional. Jadi goal utama tetap melahirkan pemain Timnas Indonesia dari fondasi grassroots ini,” jelas Agus.
Sejak digelar pada 2023, turnamen ini konsisten menjadi wadah pembinaan usia muda. Menariknya, Piala Kemenpora Apsumsi berlangsung tanpa biaya pendaftaran. Semua kebutuhan peserta ditanggung melalui dukungan sponsor serta kolaborasi bersama pembina TNI dan Polri.

