“Turnamen ini gratis, tidak ada beban biaya untuk peserta maupun operator. Dukungan sponsor dan para pembina membuat ajang ini bisa terus berjalan. Ini bentuk komitmen kami bahwa pembinaan usia muda tidak boleh terkendala biaya,” tegas Agus.
Ke depan, Apsumsi berencana mengembangkan ajang ini ke level yang lebih tinggi. Agus menyebut harapan agar tahun mendatang turnamen bisa digelar dengan skala lebih besar, bahkan menjadi Piala Presiden.
“Tahun ini adalah edisi ketiga. Setelah Piala Kemenpora, kami bermimpi tahun depan bisa naik level ke Piala Presiden. Mohon doanya agar semakin banyak talenta muda yang lahir dari grassroots sepak bola Indonesia,” tutupnya.
Dengan konsistensi ini, Piala Kemenpora Apsumsi 2025 bukan sekadar turnamen, melainkan investasi jangka panjang untuk mencetak generasi emas sepak bola Indonesia yang suatu hari diharapkan mampu bersaing di panggung Piala Dunia.
Sementara itu, Dwijayanto Sarosa Putera, Analis Kebijakan Ahli Utama Kemenpora, yang mewakili Menpora Erick Thohir menyampaikan dukungan pemerintah penyelenggaraan turnamen ini.

