Kesepakatan tersebut dinilai sebagai terobosan signifikan untuk memperluas akses pasar Indonesia di tengah persaingan perdagangan global.
“Saya juga menyaksikan penandatanganan CEPA dengan Kanada dan saya pikir kita semakin berupaya menjalin kesepakatan seperti ini dengan banyak pasar lain, termasuk Amerika Latin, RCEP, dan CPTPP, dan sebagainya,” katanya.
Selain perluasan kerja sama internasional, Prabowo menekankan pentingnya penguatan pasar domestik sebagai motor utama pertumbuhan. Ia menyebut Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menciptakan efek berganda yang besar, baik terhadap lapangan kerja maupun pertumbuhan ekonomi nasional.
“Bahkan dengan program makan gratis ini saja, kami sudah menciptakan langsung 1,5 juta lapangan kerja, langsung. Ada 30.000 dapur, masing-masing mempekerjakan 50 orang. Dengan dua atau tiga shift, jadi 50 orang kali 30.000, itu 1,5 juta. Para ahli ekonomi mengatakan kepada saya bahwa pertumbuhan 1% menciptakan 400.000 lapangan kerja. Nah, kami sudah menciptakan 1,5 juta lapangan kerja. Itu setara dengan 3%. Dan itu belum termasuk 81.000 koperasi,” urainya.
