Berdasarkan informasi awal, siswa MAN 3 dan SMPN 2 Mlati menyantap hidangan MBG pada Kamis (23/10/2025), sementara siswa SD Jombor Lor juga menerima paket MBG pagi ini.
Menu MBG yang dikonsumsi pada Kamis, menurut Arifin, berisi opor ayam, tahu, dan acar. Untuk menu hari Jumat, pihaknya masih menunggu laporan resmi.
Para siswa tersebut diketahui menerima makanan dari penyedia MBG (SPPG) yang sama, yakni dapur produksi yang melayani wilayah Sinduadi. “(Korban siswa SD) tidak tahu apakah karena yang tadi pagi atau yang kemarin. Karena SMP dan MAN kan yang kemarin,” ujar Arifin.
Kepala Puskesmas Mlati I, Isa Listiyani, mengatakan seluruh siswa yang dirawat menjalani rawat jalan, kecuali satu anak yang dirujuk ke Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM karena kondisinya lemas.
“Semuanya dalam kondisi stabil, hanya satu anak yang kami rujuk ke RSA karena kondisinya butuh penanganan lebih lanjut,” jelas Isa.
Pihak puskesmas juga telah mengambil sampel makanan MBG untuk diuji laboratorium. Hasil pemeriksaan ini akan digunakan untuk memastikan penyebab pasti dugaan keracunan tersebut.
