Kasus ini kini tengah ditangani oleh Dinas Kesehatan Sleman, Dinas Sosial, serta Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2). Pihak Muspika dan penyedia MBG juga dilibatkan dalam proses investigasi.
Menurut informasi yang dihimpun, program MBG di Sleman merupakan bagian dari kebijakan nasional yang bertujuan memenuhi kebutuhan gizi anak sekolah. Namun, kejadian ini memunculkan kekhawatiran soal standar kebersihan dan keamanan pangan dalam pelaksanaan program tersebut.
Pemerintah daerah berkomitmen untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme pengawasan dapur produksi dan distribusi MBG agar kejadian serupa tidak terulang.
“Yang paling penting sekarang memastikan anak-anak pulih dulu. Setelah itu, kita akan evaluasi bersama SPPG dan dinas terkait,” ujar Arifin.(Vinolla)
