Menpora Erick juga tengah menyiapkan sistem promosi-degradasi bagi cabang-cabang olahraga (cabor) unggulan, sekaligus jadi pembenahan bagi DBON itu sendiri. “Kami akan mengusulkan reward and punishment, promosi dan degradasi. Jadi, semua cabor berkompetisi untuk meraih prestasi,” urai Menpora Erick.
Di dalam DBON terdapat 14 cabor yang masuk kategori unggulan. Beberapa di antaranya adalah bulutangkis, angkat besi, panjat tebing, panahan, menembak. Kemudian wushu, karate, taekwondo, balap sepeda, renang, atletik, senam artistik, pencak silat, dan dayung. Sebagian besar cabang itu saat ini menjalani pelatnas di Cibubur Youth Elite Sport Center (CYESC), Jakarta.
Menpora Erick berharap para cabor unggulan tahu bahwa posisinya tidak aman di DBON. Jika tidak serius mempertahankan prestasi dan target, mereka kini tahu ada yang siap menggeser posisinya. “Tentu bukan tidak mungkin tahun berikutnya atau dua tahun lagi, mereka kehilangan status olahraga unggulan,” tuturnya.
Selain itu, Menpora juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor untuk memastikan semua program kerja berjalan dengan baik. Momentum sertijab Menpora RI dari Dito Ariotedjo kepada Erick Thohir di Wisma Kemenpora yang lalu, menjadi moment Konsolidasi Roadmap Pemuda dan Olahraga hingga 2045.
