“Guna percepatan tersebut, maka perlunya kita mendalami perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI), cyber security, cloud, digital banking, dan connectivity yang dapat membantu BPR/BPRS/Koperasi melakukan percepatan transformasi digital,” lanjut Dwi.
Sejalan dengan hal tersebut, Wakil Pimpinan Redaksi Infobank Karnoto Mohamad juga menyampaikan bahwa industri mikro banking harus segera merespon era digital keuangan untuk membuat transaksi menjadi lebih efisien dengan tetap memitigasi berbagai risiko yang dapat terjadi. Teknologi Agentic & Predictive AI, Open & Embedded Finance, Regulatory Technology, Data Sovereignty, serta Blockchain akan menjadi deretan tren teknologi industri keuangan di tahun 2026.
Dalam rangkaian kegiatan Micro Banking Connect 2025 ini juga memberikan kesempatan bagi Direktur Utama PT BPR Jatim (Perseroda) Irwan Eka Wijaya bersama dengan Direktur Utama PT BPR Sukawati Pancakanti Made Arya Amitaba dan BPRS Al Salaam untuk memaparkan pengalamannya terhadap percepatan digitalisasi secara end-to-end. Dalam hal ini, Telkomsigma sebagai mitra strategis telah membawa perubahan signifikan terhadap efisiensi dan monitoring operasional bisnis serta pengalaman nasabah yang diberikan akses 24/7 dengan mudah, cepat, dan real-time.
