“Kakek korban inisial T dan ayah tirinya AI ke Mapolsek Pesanggrahan melaporkan hilangnya ananda AKN”.
Berdasarkan keterangan saksi kunci berinisial G, kemudian terkuak, hingga mengerucut pada bukti-bukti bahwa ayah tirinya sendiri Alex Iskandar (AI), 49, yang ternyata tega menghabisi nyawa ananda AKN.
Anak laki-laki tak berdosa itu awalnya diculik dari oleh ayah tirinya AI dari kawasan tempat tinggalnya di sekitar masjid di Pesanggrahan, Jaksel, pada Kamis (6/3/2025).
“Penyelidik melakukan pendalaman terhadap beberapa keterangan saksi-saksi, baik yang berada di tempat kejadian perkara (TKP), keluarga korban, orang-orang dekat korban, termasuk menganalisa rekam digital komunikasi, sehingga mengerucut kepada satu orang (AI),” ungkap Kombes Bhudi.
Lebih lanjut, kata Budhi, sejumlah upaya pendalaman yang dilakukan polisi itu diperkuat oleh pencocokan sejumlah alat bukti dan informasi dari saksi kunci G bahwa AI berkaitan dengan hilangnya korban.
Sejurus, sambung Kabid Humas Kombes Budhi bahwa korban ananda AKN tidak henti menangis saat dibawa paksa oleh AI. Sang ayah tiri lalu membekap (mulut dan hidung) bocah itu hingga meninggal dunia.
