Lebih jauh, Suci Emilia Fitri, Peneliti Pusat Riset Pemerintahan Dalam Negeri (PRPDN) BRIN, menekankan pentingnya data sebagai dasar perumusan arah kebijakan dan pengembangan pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Lombok Tengah.
Suci berkata, berdasarkan hasil riset selama tiga tahun di Lombok Tengah, bahwa potensi gastronomi daerah belum tergarap optimal, padahal Lombok memiliki kekayaan kuliner autentik seperti ayam taliwang, sate bulayak, dan sate pusut yang bisa menjadi identitas dan nilai ekonomi baru daerah. Ia menyoroti perlunya eksplorasi lebih dalam terhadap keunikan kuliner lokal agar tidak hanya menjadi konsumsi wisatawan, tetapi juga produk budaya bernilai jual tinggi melalui storytelling dan digitalisasi informasi (misalnya dengan barcode stories pada kuliner khas), tuturnya.
Muh. Ansyar, Rektor Universitas Islam Al Azhar (Unizar) Mataram, mengatakan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral dan intelektual untuk berperan aktif mendorong kemajuan daerah. Kontribusi kami tidak hanya melalui pendidikan dan penelitian, tetapi juga melalui peran nyata dalam pembangunan berkelanjutan.
