Sony menjelaskan, seluruh data yang masuk akan melewati proses verifikasi ketat oleh tim teknis BGN. Langkah ini bertujuan memastikan setiap lokasi memenuhi standar operasional dan kelayakan fasilitas, sehingga pelaksanaan program dapat berjalan efektif.
“Kami memastikan seluruh data diverifikasi dengan cermat. Dari pemetaan awal, terdapat sejumlah usulan di wilayah yang sebenarnya sudah terpenuhi kebutuhan SPPG-nya. Karena itu, penyaringan dilakukan agar sebaran layanan gizi lebih merata,” jelasnya.
Penutupan portal ini juga menjadi bagian dari upaya BGN untuk menjaga proporsionalitas dan pemerataan sebaran layanan gizi di seluruh Indonesia. Dengan pengendalian ini, BGN ingin mencegah penumpukan fasilitas di daerah tertentu dan memastikan wilayah yang masih membutuhkan tetap menjadi prioritas.
Menurut Sony, penutupan portal bukan berarti partisipasi publik dihentikan, melainkan merupakan langkah pengaturan dan pengendalian agar program MBG tetap berjalan sesuai kapasitas nasional.
“Penutupan portal bukan penghentian partisipasi, melainkan bentuk pengaturan agar program berjalan efektif dan proporsional. Setelah tahap verifikasi selesai, kami akan mengumumkan hasil penetapan resmi mitra SPPG,” tegasnya.
