IPOLID – Kritik keras terhadap penanganan banjir yang melanda sejumlah wilayah Aceh datang dari tokoh masyarakat Bireuen, Hasnawi Ilyas atau Awi Juli, yang menyampaikan rasa sesal dan kekecewaannya pada Kamis (27/11). Ia menilai di tengah banjir yang merendam rumah warga, memutus akses jalan, melumpuhkan fasilitas umum, dan menyebabkan listrik padam, masyarakat Aceh membutuhkan kehadiran langsung pemimpin provinsi.
Menurutnya, ketika warga sudah terjebak di dalam rumah karena air naik mendadak, pemimpin tertinggi di Aceh seharusnya muncul di garis depan.
Namun pada saat kritik itu muncul, Pemerintah Aceh sebenarnya telah mengeluarkan instruksi resmi terkait kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi.
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, sebelumnya telah memerintahkan seluruh bupati dan wali kota untuk siaga banjir dan longsor sebagai tindak lanjut surat dari Kementerian Dalam Negeri. Instruksi tersebut mencakup pemetaan risiko di daerah rawan, penyiagaan anggaran Belanja Tidak Terduga, serta mobilisasi sumber daya pemerintah daerah dan masyarakat untuk menghadapi potensi bencana.
