“Atas arahan Bapak Presiden, kita berhasil menekan angka prevalensi stunting di 2024 menjadi 19,8 persen, atau turun sebanyak 377 ribu anak dibandingkan tahun 2023,” ujarnya.
“Program ini harus kita kawal bersama, program ini harus kita keroyok bersama, dan saya rasa kuncinya di sini adalah sinergi antara pusat dan daerah,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan capaian nasional di bawah 20 persen untuk pertama kalinya ini merupakan hasil kerja keras lintas sektor selama satu dekade terakhir.
“Angka stunting kita sejak tahun 2013, Bapak Wakil Presiden, yang angkanya 37 persen, untuk pertama kalinya, tahun 2024 kemarin, sesudah 10 tahun, akhirnya bisa turun pertama kali di bawah 20 persen, yakni 19 persenan,” ujar Budi.
Budi menambahkan, target penurunan stunting belum berhenti di sini. Pemerintah menargetkan prevalensi stunting turun hingga 14 persen dalam lima tahun ke depan.
Sementara itu, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Wihaji menyampaikan Rakornas ini menjadi momentum memperkuat komitmen dan koordinasi lintas sektor dalam mempercepat penurunan stunting.

