Program reforma agraria untuk masyarakat miskin ekstrem ini, kata Cak Imin, adalah bukti perubahan paradigma pengentasan kemiskinan dibawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Kini, paradigma pengentasan kemiskinan dibawah Prabowo tak hanya menitikberatkan kepada pemberian bantuan sosial tetapi upaya pemberdayaan.
“Salah satu cara penanggulangan kemiskinan yang paling bagus dan berjangka menengah panjang adalah distribusi aset kepemilikan produksi, yaitu tanah,” sebutnya.
Ia menambahkan pelaksanaan program akan disesuaikan dengan persebaran masyarakat miskin ekstrem dan lokasi potensial TORA agar tepat sasaran.
Senada, Menteri Nusron optimistis target 1 juta masyarakat miskin ekstrem menerima Tanah Objek Reforma Agraria dapat terlaksana secara efektif.
Terlebih, program ini akan mengkoordinasikan sejumlah Kementerian/Lembaga terkait dibawah koordinasi Menko Muhaimin sesuai mandat Inpres 8/2025.
“Kami menyiapkan lahannya beliau yang mengkoordinasi karena memang tugas Pak Menko yang melakukan itu,” katanya. (far)
