Terkait kejadian itu, LT, 37, salah satu pedagang mengungkapkan, aksi intimidasi memang dialami beberapa pedagang saat aksi menutup toko pada Kamis (13/11/2025).
Terpantau oleh awak media, seorang pria dengan alat pengeras suara (Toa) meminta agar semua pedagang Pasar Pramuka dipaksa untuk menutup toko sebagai aksi solidaritas untuk menolak revitalisasi Pasar Pramuka yang tengah digencarkan mafia kios.
Namun para pedagang pasar setempat memasang spanduk bertuliskan “Kami Mendukung Revitalisasi Pasar Pramuka Tapi Dengan Harga Yang Pantas dan Wajar”.
“Kemarin itu banyak toko yang dipaksa tutup oleh mereka yang menyebut sebagai perwakilan pedagang atas nama tim 15. Padahal hari itu kita sedang banyak melayani pesanan,” ungkap LT, Jumat (14/11).
Menurut LT, akibat aksi berhenti berjualan Kamis (13/11) kemarin, tokonya pun mengalami kerugian yang cukup besar. Pesanan konsumen/pelanggan yang masuk tidak bisa terlayani dengan baik. Karena semua pedagang diminta agar tidak berjualan.
“Gara-gara tutup kios sampai hari ini kami rugi puluhan juta rupiah, kalau begini siapa yang mau tanggung jawab,” tegas LT.

