Menurut Slamet, Pelatwil adalah program PP PBSI yang merupakan amanat Musyawarah Nasional (Munas). Pelatwil merupakan upaya memperkuat ekosistem pembinaan dengan memberikan kesempatan yang lebih luas bagi atlet-atlet daerah untuk berkembang tanpa harus berpindah ke Pulau Jawa.
“Kami ingin memastikan pembinaan atlet muda berjalan secara merata di seluruh wilayah Indonesia. Melalui Pelatwil, PBSI menghadirkan standar pelatihan nasional langsung ke daerah dengan sistim, pelatih dan fasilitas yang terintegrasi. Kedepannya kami berharap akan muncul pemain-pemain hebat dari berbagai daerah, bukan hanya dari pusat-pusat bulutangkis tradisional seperti Pulau Jawa. Program Pelatwil ini didanai sepenuhnya oleh PP PBSI sebagai bagian dari komitmen organisasi dalam memperkuat sistem pembinaan nasional sedangkan untuk fasilitas sarana dan prasarana dibantu oleh Pengprov PBSI Sumatera Utara dan Pengprov PBSI Jawa Timur,” ungkap Slamet kepada Tim Humas dan Media PP PBSI.
Adapun Pelatwil Sumatera Utara membawahi pembinaan atlet dari seluruh wilayah Sumatera dan Pelatwil Jawa Timur membawahi pembinaan atlet wilayah tengah yang meliputi Jawa Timur, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Wilayah pembinaan ini dipilih karena dianggap memiliki atlet dengan potensi besar dalam melahirkan atlet bulutangkis berbakat.
