Kondisi ini kata Menaker, bukan hanya menghadirkan tantangan, tetapi juga membuka peluang besar bagi mereka yang mampu beradaptasi dengan cepat. “Untuk itu, pentingnya memiliki growth mindset, yaitu keyakinan bahwa kemampuan seseorang dapat terus berkembang melalui proses belajar, usaha, dan pengalaman,” ujar Yassierli.
Lebih lanjut, Menaker menyampaikan bahwa keterampilan masa depan tidak hanya bergantung pada hard skills, tetapi juga menuntut penguasaan soft skills dan cognitive skills secara seimbang. Program pemagangan, menurutnya, memberikan ruang ideal untuk mengasah ketiga jenis keterampilan tersebut secara simultan melalui pengalaman praktis di dunia kerja.
Menaker menambahkan bahwa Kementerian Ketenagakerjaan telah menyediakan berbagai balai pelatihan, program pembelajaran daring, serta fasilitas sertifikasi kompetensi yang dapat dimanfaatkan oleh peserta magang untuk terus mengembangkan kapasitas diri sepanjang program berlangsung.
“Saya ingin selama enam bulan ini, para peserta pemagangan dapat membuktikan kemampuan mereka dengan menghasilkan karya dan hasil kerja terbaik,” tutupnya. (ahmad)
