Pasal tersebut mencakup perilaku cabul, tindakan fisik yang merendahkan martabat, dan perilaku yang menimbulkan tekanan emosional terhadap korban.
Sheinbaum mengatakan telah melaporkan kasus tersebut dan berkomitmen meninjau kembali peraturan perundangan di tingkat nasional agar pelecehan seksual dapat dipidana di seluruh Meksiko.
“Pikiran saya sederhana: jika saya saja tidak melaporkannya, bagaimana dengan perempuan Meksiko lainnya? Jika ini bisa terjadi pada presiden, apa yang akan terjadi pada jutaan perempuan di negara kita?” katanya.
Di Meksiko, setiap negara bagian memiliki kode pidana masing-masing. Mexico City, misalnya, mendefinisikan pelecehan seksual sebagai “tindakan bernuansa seksual yang tidak diinginkan oleh korban” dengan ancaman hukuman penjara antara satu hingga tiga tahun.
Namun, tidak semua wilayah menganggap pelecehan seksual sebagai kejahatan pidana.
“Ini harus menjadi tindak pidana nasional, dan kami akan meluncurkan kampanye untuk memperjuangkannya,” tegas Sheinbaum, sambil mengakui dirinya pernah mengalami pelecehan serupa di masa muda.
