SEEK juga berhasil mencegah sekitar 3.600 perekrut yang tidak lolos penilaian proses onboarding agar tidak masuk ke dalam platform SEEK, menutup sekitar 650 akun perekrut yang terindikasi penipuan atau berisiko tinggi, serta menghapus hampir 2.800 iklan lowongan pekerjaan berisiko tinggi setelah melalui investigasi lebih lanjut. Para kandidat di platform SEEK juga berperan aktif dengan melaporkan sekitar 22.000 iklan lowongan yang terduga penipuan atau scam, yang kemudian ditinjau oleh tim khusus Trust & Safety SEEK.
Melawan Taktik Penipuan yang Terus Berkembang
Belakangan ini, para scammer semakin sering menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk menciptakan penipuan yang lebih canggih. Selain itu, mereka juga sering menyamar sebagai Jobstreet dan menghubungi para kandidat melalui SMS, aplikasi chat, maupun platform media sosial.
image.jpeg
Di Indonesia, para scammer secara aktif menghubungi para kandidat melalui aplikasi chat atau sosial media. Modus yang paling marak adalah tawaran kerja paruh waktu yang “mudah”, seperti memberikan tugas “like/subscribe” konten media sosial. Pola penipuan ini sering diawali dengan transfer komisi kecil untuk membangun kepercayaan, namun kemudian berlanjut dengan skema yang mengharuskan korban melakukan deposit atau top-up, yang pada akhirnya dana tersebut tidak dapat dikembalikan.
