“Kami mengembalikannya ke LLDIKTI Wilayah IX,” jelas Prof Muammar.
Pihak kampus menegaskan tidak akan mentoleransi tindakan yang mencederai nilai kemanusiaan dan profesionalisme akademik. Menurutnya, UIM berkomitmen menjaga integritas serta nama baik institusi pendidikan tinggi.
Atas insiden tersebut, manajemen Universitas Islam Makassar juga menyampaikan permohonan maaf secara resmi kepada korban, yakni kasir swalayan yang diludahi oleh pelaku.
“Sebagai institusi pendidikan, kami mewakili Universitas Islam Makassar menyampaikan permohonan maaf kepada korban atas tindakan yang jauh dari nilai-nilai kemanusiaan,” ucap Prof Muammar.
Ia berharap peristiwa ini dapat menjadi pembelajaran bagi seluruh sivitas akademika, khususnya para dosen, agar senantiasa menjunjung tinggi etika, moral, dan sikap humanis dalam kehidupan bermasyarakat.(Vinolla)
