IPOL.ID- Kondisi kemacetan di Jakarta, sepanjang 2025 dinilai makin sulit diatasi.
Masyarakat Jakarta setiap hari menghadapi realitas pahit, karena kemacetan yang tidak kunjung mereda, bahkan semakin membebani aktivitas dan produktivitas warga.
Hal itu yang disoroti Pemerhati Jakarta, yang juga Ketua Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (KATAR) Sugiyanto. Pria yang karib disapa SGY ini menjelaskan, penurunan peringkat kemacetan Jakarta dalam rilis Tomtom Traffic Index 2024 bukanlah gambaran keberhasilan.
“Masyarakat tidak butuh kabar peringkat turun, tetapi butuh bukti nyata bahwa perjalanan makin cepat dan nyaman,”ujar pengamat yang akrab disapa SGY itu.
Menurut SGY, fata Tomtom menunjukkan waktu tempuh 10 kilometer kini mencapai 25 menit 31 detik, naik dibanding 23 menit 20 detik pada 2023. “Ini bukti bahwa kemacetan tambah parah, bukan membaik,” katanya.
Lebih jauh, SGY membeberkan perubahan metodologi Tomtom dari persentase kemacetan menjadi waktu tempuh 10 kilometer sejak 2022 sering disalahpahami sebagai perbaikan situasi.
