IPOL.ID – Anggota Komisi XII DPR Cheroline Chrisye Makalew mengkritik keinginan Presiden Prabowo Subianto yang hendak mengembangkan perkebunan kelapa sawit di Papua sebagai sumber bahan bakar minyak (BBM).
Ia menegaskan Papua tidak boleh sekadar dijadikan objek eksperimen kebijakan energi nasional.
Legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Papua Barat ini menyatakan kebijakan tersebut memerlukan kajian mendalam dan transparan.
Dia mendesak pemerintah untuk lebih memprioritaskan kepentingan masyarakat adat serta kelestarian lingkungan dibandingkan sekadar mengejar target produksi energi.
“Papua bukan lahan kosong yang bisa diperlakukan sebagai objek eksperimen kebijakan energi. Papua adalah ruang hidup masyarakat adat, kawasan hutan tropis terakhir Indonesia, dan benteng ekologis dunia,” kata Cheroline dalam keterangannya dikutip Jumat (19/12).
Cheroline menyoroti rekam jejak industri sawit di berbagai daerah yang kerap meninggalkan dampak negatif, mulai dari deforestasi, konflik agraria, hingga ketimpangan ekonomi.
