“Tantangannya tentu dalam hal produksi kami juga meminta masukan dari Badan Komunikasi Pemerintah, dari BGN dan beberapa pemangku kepentingan yang lain,” katanya.
Staf Ahli dari Badan Komunikasi Pemerintah, Hariqo Satria menilai pendekatan animasi 3D dalam iklan layanan masyarakat memiliki potensi besar untuk menjangkau generasi muda. Apalagi tantangan anak Indonesia saat ini adalah sebanyak 65 persen tidak sarapan, 58 persen masih memiliki pola makan yang buruk dan ada 19 persen yang terkena stunting.
“Visual animasi yang kuat dan narasi yang tepat akan meningkatkan daya serap pesan, khususnya dalam kampanye sosial seperti program makanan bergizi gratis ini, agar Indonesia Emas 2045 bisa tercapai,” ujarnya.
Sementara itu, Badan Gizi Nasional menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menyosialisasikan program gizi kepada masyarakat. “Kami membutuhkan media komunikasi yang kreatif dan mudah dipahami. Riset seperti ini sangat relevan untuk mendukung upaya peningkatan kesadaran gizi nasional, khususnya pada anak-anak penerima manfaat program MBG, ” kata perwakilan Badan Gizi Nasional, Hurin Safira.
