Rujukan: Melanggar Muqaddimah Qanun Asasi (tentang mahabbah, widad, ulfah, dan ittihad) serta Khittah NU 1926 (ukhuwah, ittihad, akhlaqul karimah).
2. Tuduhan tanpa Dasar dan Pelabelan Negatif
Fakta:
1. Rais Aam menuduh Ketua Umum dengan berbagai tuduhan hanya berdasarkan dokumen laporan audit yang disebut palsu atau dipalsukan.
2. Rais Aam menyampaikan penjelasan bernuansa fitnah pada Rapat Harian Syuriyah 20 November 2025 di Hotel Aston.
3. Rais Aam memvonis Ketua Umum bersalah dan meminta Ketua Umum mundur atau diberhentikan tanpa memberikan kesempatan membela diri atau klarifikasi.
Rujukan: Melanggar Anggaran Dasar Pasal 8 ayat (2) tentang tujuan NU untuk mewujudkan tatanan masyarakat yang berkeadilan demi kemaslahatan dan rahmat bagi semesta.
3. Upaya Memperoleh Legitimasi melalui Rapat Harian Syuriyah
Fakta: Rapat Harian Syuriyah digunakan untuk mencari legitimasi dan memaksakan kehendak memberhentikan Ketua Umum secara tidak sah.
Rujukan: Melanggar ART Pasal 74 dan Pasal 93 ayat (3), serta Peraturan Perkumpulan Nomor 10 Tahun 2025 Pasal 15 ayat (3).
