“Tanpa perbaikan asupan gizi, terutama susu, kita berisiko tertinggal dalam membangun sumber daya manusia unggul. Susu memiliki peran penting dalam menekan stunting dan mendukung perkembangan kognitif anak,” kata Hongbiao Li, di Pabrik LamiPak, Cikande, Serang, Banten, Selasa (20/1/2026).
Dalam konteks Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah, susu diposisikan sebagai komponen strategis. Namun, tantangan tidak berhenti pada ketersediaan produk. Distribusi yang aman dan merata, terutama ke wilayah terpencil, menjadi kunci keberhasilan program tersebut.
Public Relations Manager PT Lami Packaging Indonesia, Ahmad Rizalmi, menjelaskan bahwa persoalan geografis Indonesia sebagai negara kepulauan sering kali memperlebar kesenjangan akses gizi. Keterbatasan infrastruktur rantai dingin membuat produk susu rentan mengalami penurunan mutu sebelum sampai ke konsumen.
“Di sinilah teknologi kemasan aseptik memainkan peran penting. Dengan perlindungan berlapis, susu dapat didistribusikan tanpa pendinginan, tetap aman, dan bernutrisi hingga ke pelosok,” jelasnya.
