Habiburokhman mengkhawatirkan kasus ini akan menjadi preseden buruk bagi masyarakat. Menurutnya, jika tidak ditangani secara bijak, masyarakat bisa kehilangan keberanian untuk melindungi diri atau membantu korban kejahatan.
“Kami ingin Pak Hogi mendapatkan keadilan. Dan kami ingin juga masyarakat tenang. Jangan sampai kalau nanti ada terjadi penjambretan, masyarakat tidak mau mengejar si penjambret yang lari menggunakan motor. Khawatir kalau si jambretnya nabrak, ya, atau celaka, ya, maka masyarakat yang akan disalahkan,” katanya.
Saat ini, Hogi berstatus sebagai tahanan luar setelah permohonan penangguhan penahanannya dikabulkan. Namun, polisi memasang alat pemantau elektronik berupa GPS di pergelangan kakinya. (far)
