Panitia pelaksana memang berinisiatif membuat sejumlah terobosan baru. Inovasi-inovasi segar agar turnamen ini senantiasa lebih baik dari tahun-tahun yang lalu.
“Terobosan yang dibuat bersifat teknis maupun non-teknis. Semuanya demi kenyamanan para atlet hingga siapa pun yang hadir di lokasi,” kata Budiharto.
Selain itu, panpel Indonesia Masters 2026 juga membuat area playlot agar dengan juga menghadirkan barista agar atlet bisa memesan minuman dan makanan. Tak lupa, fasilitas medis juga mereka tingkatkan.
“Memang sekarang permasalahan ini [medis] dari BWF lebih ketat. Jadi kami juga menyiapkan semacam tempat transit untuk pengelolaan dan kondisi-kondisi tertentu, semacam rumah sakit mini untuk tempat medical-nya di sana,” terang Achmad.
“Dan juga di setiap aktivitas olahraga kita juga sediakan tim medical-nya. Bukan hanya di warming up, tapi juga di tempat practice, yang biasanya tidak ada tim medical sekarang juga kami siapkan tim medical,” lanjutnya.
Daihatsu Indonesia Masters 2026 dibuat lebih inklusif. Bukan cuma soal tiket, tetapi juga inovasi lain yang membuat masyarakat semakin dekat dengan bulu tangkis.
