“Beberapa fasilitas memungkinkan para audiens yang datang itu bisa membawa keluarganya. Karena kami ingin setting di event ini menjadi semacam family gathering. Kenapa family gathering? Kita perlu juga membangkitkan minat dari para orang tuanya untuk mengajarkan anak-anak melihat bulu tangkis,” ungkap Achmad.
“Kami ingin memberi kesempatan audiens bisa berinteraksi dengan suasana dan kondisi di mana event ini berlangsung. Jadi dari setting-nya pun, setting arenanya juga berbeda. Kami tidak pakai lagi body gate. Artinya semua orang yang datang ke Kompleks Istora bisa menikmati segala sesuatu yang kami siapkan,” paparnya.
Panpel juga tidak hanya memperhatikan atlet, tetapi juga penonton. Terobosan baru dibuat agar penyelenggaraan turnamen tidak monoton. Salah satunya menyesuaikan harga tiket. Keputusan yang bahkan diapresiasi oleh atlet.(bambang)
