IPOL.ID – Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Tapanuli Tengah (Tapteng) Elmaryanti Marbun mengatakan kegiatan belajar mengajar (KBM) di madrasahnya hingga saat ini berjalan normal. Meski demikian, proses pemulihan sejumlah ruangan dan halaman madrasah yang terdampak banjir terus dilakukan.
Banjir besar melanda Komplek MAN 1 Tapteng di Kecamatan Barus, pada 25 November 2026. Ketinggian air saat itu hampir mencapai dua meter sehingga mengakibatkan aktivitas KBM di madrasah terhenti sementara. Pasalnya, banjir membawa lumpur, material tanah dan gelondongan kayu dalam jumlah besar yang menggenangi seluruh area madrasah. Dampaknya, hampir seluruh bangunan serta sarana dan prasarana pendidikan mengalami kerusakan dan tertutup lumpur tebal.
“Sebanyak 22 ruang kelas terdampak langsung. Selain itu, sejumlah fasilitas pendukung pendidikan seperti ruang Kepala Madrasah, ruang Kepala Tata Usaha, ruang bendahara, ruang staf tata usaha, ruang guru, laboratorium komputer, perpustakaan, serta masjid madrasah juga terendam banjir. Beberapa pintu ruangan mengalami kerusakan, dan banyak meja serta kursi siswa tertimbun lumpur,” ungkapnya, Minggu (25/1/2026).
