Lebih lanjut Kepala MAN 1 Tapteng mengatakan, proses pembersihan juga didukung Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah dan Pemerintah Kecamatan Barus yang menurunkan alat berat berupa ekskavator untuk membersihkan area halaman madrasah. Pembersihan dilakukan bersama aparat kecamatan dan tenaga PPPK selama kurang lebih satu minggu, meskipun sempat terhenti akibat kerusakan alat berat.
“KBM di MAN 1 Tapanuli Tengah kembali aktif pada 5 Januari 2026 dengan sistem pembelajaran bergantian pagi dan siang. Sejak 12 Januari 2026 hingga saat ini, proses pembelajaran telah berjalan normal. Saat ini, tersisa satu ruang kelas di bagian belakang yang masih dalam proses pembersihan secara manual,” ungkapnya.
Elmaryanti Marbun menambahkan, MAN 1 Tapanuli Tengah juga menerima bantuan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Program Penanggulangan Hasil Tindak Cepat (PHTC) yang disalurkan melalui Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara.
“Selain itu, Kementerian Agama RI melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam menyalurkan bantuan berupa tenda, genset, alat kebersihan, papan tulis, serta 90 set meja dan kursi siswa. Dengan dukungan berbagai pihak, MAN 1 Tapanuli Tengah optimis dapat segera pulih sepenuhnya dan terus memberikan layanan pendidikan secara optimal,” pungkasnya. (ahmad)
