“Apalagi narasi suara (pemilu) NU dan Muhammadiyah diminta dengan ditukar mengelola tambang. Ini adalah sikap merendahkan, memuat kebencian yang tidak pantas disampaikan.” Kata Rizki yang juga kader Nahdlatul ulama itu.
Di lokasi yang sama, Ketua Aliansi Muda Muhammadiyah (AMM) Laode menyampaikan keberatan atas penyampaian materi komedi yang menjadikan NU dan Muhammadiyah sebagai objek candaan. Menurut dia, kedua organisasi tersebut memiliki peran penting dalam kehidupan kebangsaan.
“Kami menyayangkan jika pembahasan soal mens rea disampaikan dengan menjadikan NU dan Muhammadiyah sebagai bahan candaan. Dua organisasi ini adalah rumah besar umat, yang selama ini berperan menjaga akal sehat, moral, dan kehidupan kebangsaan. Humor boleh, kritik boleh, tapi ketika menyentuh simbol keumatan, sebaiknya disampaikan dengan lebih bijak agar pesan tidak melukai dan substansi hukum tidak kabur.” katanya.
Selain di depan Kantor Komdigi, massa yang tergabung dalam Angkatan Muda NU (AMNU) dan Aliansi Muda Muhammadiyah (AMM) juga menggelar aksi di depan Kantor KPI Pusat, Jalan Ir. H. Juanda, Gambir, Jakarta Pusat.
