Alumni Lontara tersebar di berbagai instansi negeri dan swasta, berkiprah dalam dunia pendidikan, birokrasi, profesional, organisasi kemasyarakatan, hingga partai politik.
Secara historis, Asrama Lontara juga pernah menjadi ruang konsolidasi aktivis lintas kampus. Bung Ondos aktivis ITB dalam buku memoar – Potret Gerakan Mahasiswa Indonesia tahun 80-an menulis Asrama Lontara Adalah tempat lahirnya Deklarasi Flores 1 sebagai ekspresi keprihatinan atas kondisi bangsa di bawah rezim Orde Baru — gerakan mahasiswa era 1980-an ada semacam sikap antipati di kalangan aktivis mahasiswa terhadap partai politik dan politisi yang dianggap sebagai simbol keangkuhan politik pemerintahan Soeharto yang otoriter dan korup – menegaskan peran asrama sebagai ruang kritik dan nurani zaman.
Lokasi Strategis, Peran Berkelanjutan
Terletak di pusat Kota Bandung—ibukota Provinsi Jawa Barat—Asrama Lontara memiliki nilai strategis sekaligus simbolik. Ia menjadi kebanggaan bersama warga Sulawesi Selatan, sekaligus etalase kontribusi perantau Sulsel dalam ekosistem pendidikan nasional.
