Utut mengakui di SEA Games ke 33 Thailand sebagian besar nomor yang dipertandingkan milik tuan rumah yaitu makruk. Sedang di internasional FIDE hanya dua nomor saja.
Tanpa bermaksud mencari ‘kambing hitam’ Utut mengatakan, beragam faktor teknis dan non-teknis yang menyebabkan Tim Catur Indonesia kesulitan untuk mencapai target minimal meraih 3 emas di SEA Games 2025.
Menurutnya, para atlet sebenarnya bermain bagus hanya saja belum stabil. Hal itu disebabkan karena masa persiapan yang terbilang singkat dan beberapa faktor non-teknis lainnya.
“Karena Pelatnas kita baru dimulai lagi sejak kena efisiensi pada bulan Oktober. Sementara awal Desember sudah tanding,” tuturnya.
Dengan masa persiapan yang terbilang singkat tersebut katanya, tidak cukup waktu untuk membuat pecatur muda stabil pada best performanya. Apalagi nomor yang dipertandingkan tergolong nomor baru bagi para atlet muda tersebut.
Selain itu katanya, dalam masa persiapan menuju SEA Games 2025 Tim Catur Indonesia juga terkena imbas kebijakan efisiensi yang berujung pada pemangkasan jumlah atlet.
