Dalam sesi diskusi, para periset menyampaikan aspirasi terkait penguatan fasilitas dan pengembangan teknologi strategis. Periset PRTPP Asep Nurhikmat menyoroti pentingnya dukungan sarana produksi untuk pengembangan pangan siaga dan pangan militer. “Kami ingin mendorong kembali pengembangan pangan siaga agar BRIN siap merespons kondisi darurat dengan produk yang terjangkau dan siap digunakan,” ungkap Asep.
Sementara itu, periset PRTPP Ema Damayanti menekankan perlunya penataan infrastruktur laboratorium, khususnya untuk mendukung riset mikrobiologi dan bioteknologi pangan. “Keterbatasan ruang dan pemisahan alat laboratorium memengaruhi efektivitas riset. Kami berharap ada penataan kembali agar riset berjalan lebih optimal,” ujarnya.
Periset PRTPP lainnya, Nur Alim Bahmid, menilai penguatan fasilitas analisis dan peralatan riset sangat dibutuhkan untuk mempercepat hilirisasi teknologi kemasan dan pangan masa depan. “Beberapa analisis seharusnya bisa dilakukan langsung di sini agar hasil riset lebih cepat diproses dan siap dikomersialisasikan, sehingga fungsi BRIN tidak hanya sebagai penghasil teknologi namun juga sebagai penghubung teknologi dengan mitra industri” katanya.
