IPOL.ID- Utang masyarakat di layanan pinjaman online (pinjol) terus menunjukkan tren kenaikan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat outstanding pembiayaan industri pinjaman daring mencapai Rp 94,85 triliun per November 2025 atau tumbuh 25,45 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan Oktober 2025 yang sebesar 23,86 persen, meski masih lebih rendah dibandingkan capaian November 2024 yang mencapai 27,32 persen.
“Pada industri pinjaman daring, outstanding pembiayaan pada November 2025 tumbuh 25,45 persen year on year,” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Modal Ventura, dan Lembaga Keuangan Lainnya (PVML) OJK, Agusman, dikutip Selasa (13/1/2025).
Seiring meningkatnya penyaluran pembiayaan, OJK mencermati adanya kenaikan risiko kredit. Tingkat wanprestasi 90 hari (TWP90) industri pinjaman daring tercatat naik menjadi 4,33 persen. Angka ini meningkat dibandingkan Oktober 2025 yang berada di level 2,76 persen dan lebih tinggi dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 2,52 persen.

