Kemenpora, sebut Menpora Erick, juga melakukan introspeksi dan transformasi, baik untuk NPC maupun Komite Olimpiade Indonesia (KOI), mengenai program-program jangka pendek, menengah dan panjang. Khususnya dalam persiapan mengikuti berbagai ajang multievent dunia, dan setelahnya.
Program-program tersebut di antaranya bagaimana para atlet memiliki jenjang karier setelah kelak tak lagi berjuang di arena, sehingga akan dibuat roadmap jenjang karier dalam program pembinaan tenaga olahraga untuk disabilitas.
“Artinya kita sebagai pembina ini benar-benar memperhatikan para atlet seutuhnya, bukan saat mereka berjaya saja. Bapak Presiden juga meminta saya mempelajari bagaimana nanti dana pensiun atlet yang kita sedang godok. Nah ini yang saya ingin lakukan bersama-sama tim saya, Pak Wamenpora, benar-benar mentransformasi supaya ini tidak hanya sebatas persiapan, tetapi juga pasca dari pertandingan itu sendiri,” imbuh Menpora.
Perihal bonus untuk atlet ASEAN Para Games, Menpora Erick menyampaikan sudah mengajukan dan masih menunggu keputusan Presiden. Diharapkan nilainya sama dengan bonus untuk atlet SEA Games, sebagaimana formula sebelum-sebelumnya.
