Keputusan pemberian huntara tersebut juga mempertimbangkan masukan dari Pemerintah Kabupaten Bener Meriah, yang tinggal menumpang dalam jangka waktu lama dinilai memiliki tantangan tersendiri dari sisi kenyamanan dan sosial. Oleh karena itu, seluruh 914 Kepala Keluarga (KK) bakal difasilitasi pembangunan huntara, selagi menunggu pembangunan hunian tetap (huntap) secara permanen.
BNPB, lanjut Suharyanto, menargetkan pembangunan huntara rampung pada awal bulan puasa. Khusus untuk unit huntara di Kampung Wonosobo, pembangunan ditargetkan selesai pada 17 Februari 2026. Sejumlah huntara di titik lain juga telah selesai dan mulai dihuni warga.
“Targetnya di awal bulan ramadan. Bahkan ini vendor sudah berjanji paling lambat tanggal 17 Februari. Artinya lima hari lagi harus sudah jadi,” ujar Kepala BNPB.
Dibandingkan dengan tenda darurat, huntara dinilai lebih layak dan nyaman untuk ditempati dalam masa transisi. Setiap unit huntara dilengkapi kamar mandi pribadi, serta tersedia fasilitas kamar mandi komunal tambahan bagi warga.
