اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ
Allaahumma laka shumtu wa ‘alaa rizkika afthartu.
Artinya: “Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa dan atas rezeki-Mu aku berbuka.” (HR Abu Dawud)
Ketiga, masih dari riwayat Muadz bin Zuhrah dalam kitab Ibnu Sunni yang dinukil dalam Al-Adzkar, terdapat redaksi doa lain yang berisi pujian dan rasa syukur kepada Allah SWT:
الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي أَعَانَنِيَ فَصَمْتُ وَرَزَقَنِي فَأَفْطَرْتُ
Alhamdulillaahil ladzii a’aani fashamtu wa razaqanii fa afthartu.
Artinya: “Segala puji bagi Allah, Dzat yang telah menolongku sehingga aku dapat berpuasa dan telah memberikan rezeki kepadaku sehingga aku dapat berbuka.”
Keempat, dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu, beliau menuturkan bahwa jika Rasulullah SAW berbuka puasa, beliau membaca permohonan agar amalnya diterima:
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْنَا وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْنَا، فَتَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيْمُ
Allaahumma laka shumnaa wa ‘ala rizqika aftharnaa fataqabbal minnaa innak antas samii’ul ‘aliim.
