Dikatakannya, tentunya kolaborasi yang mempunyai tanggung jawab besar. Seperti halnya pada departemen riset industri, lalu IT dan statistik.
“Karena kami mau sebagai asosiasi bisa memiliki data dan ilmiahnya. Hal seperti ini kami siapkan. Pembentukan delapan departemen yang ada untuk penguatan”.
Kemudian untuk eksternal kolaborasi, kolaborasi pada ekosistem yang besar. Seperti halnya kolaborasi dengan lembaga-lembaga di luar negeri.
“Kami ingin meningkatkan itu. Kami punya sejumlah anak perusahaan. Kami ingin kuat di luar dan dalam. Tapi, saya tekankan pialang asuransi tidak menjual produk. Bukan juga calo,” tegas Yulius.
Pun demikian, APPARINDO yang menaungi 191 perusahaan anggota terdiri dari 150 perusahaan pialang asuransi dan 41 perusahaan pialang reasuransi terlibat langsung dengan regulator, pengawasan ketat oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mempunyai target ke depannya.
“Target kami adalah memperkuat dan mengakselerasi posisi perusahaan pialang asuransi dan reasuransi sebagai garda terdepan serta mitra strategis dalam pengembangan industri perasuransian nasional,” tambahnya.
