Menurut pria yang sudah malang melintang dunia batu permata dan akik itu, upaya menjaga ekosistem usaha perbatuan tersebut sejalan langkah AKAMI dalam menggelar rangkaian Festival Batu Permata dan Akik Nusantara di Harco Glodok, Jakarta Barat.
Festival diadakan sejak Senin (2/2/2026) hingga Sabtu (7/2/2026) menuai antusiasme pencinta batu mulia. Tujuannya untuk membangkitkan lagi tren batu akik maupun permata di tanah air.
“Catatan, naik dengan sisi positif. Dalam arti kan kemarin sempat naik terus agak sedikit drop, walaupun kembali stabil,” kata Chaerullah.
“Bisnis batu mulia ini bagus ke depannya, karena ini bisa dibilang sebagai hobi dan untuk investasi. Jadi tetap berjalan stabil,” tambahnya.
Dia mengungkapkan, adanya oknum-oknum penjual batu mulia menggunakan memo atau sertifikat palsu menyangkut kualitas batu mulia baik permata maupun akik itu sendiri.
“Oknum, kami sebut saja oknum pedagang ini, contohnya ada menggunakan memo maupun sertifikat palsu, atau memo asli (tapi) batunya bukan pasangannya, kan ada juga yang batunya sintetis atau buatan,” ungkap Chaerullah.
