Terpisah, Kepala Pasar Rawa Bening, Jakarta Timur, Ahmad Subhan, mengapresiasi langkah AKAMI menggelar rangkaian Festival Batu Permata dan Akik Nusantara tersebut.
Dirinya memandang, event ini menjadi salah satu penggerak untuk mengembalikan pamor penghobi batu akik dan permata ke tengah masyarakat.
“Jadi mungkin orang yang tadinya melupakan batu akik dan permata, dengan adanya kegiatan ini akan kembali teringat masa-masa yang memang batu akik itu identik dengan macam-macam daerah di Indonesia,” kata Subhan.
Sebagai contoh, ujar Subhan, batu Pandan dari Jakarta dan sejumlah batu asal Garut di antaranya batu Garut Edong.
“Ada juga ada Kalimaya (Banten), ada Wulung, dan batu Anggur yang dari Pacitan,” ujar dia.
Subhan menambahkan, peminat batu mulia saat ini juga datang dari Generasi Z (Gen Z). Generasi ini tampak kerap mengunjungi Pasar Rawa Bening.
“Gen Z ini sudah menyukai aksesoris-aksesoris dari batu. Karena itu, Gen Z ini belanja batu akik dan permata memang di Pasar Rawa Bening itu. Bahkan, turis-turis juga masih menyukai batu asli Indonesia,” ujar Subhan.
