Langkah itu, Sudaryono katakan, bertujuan untuk mencegah terulangnya bencana banjir dan longsor disebabkan kondisi tanah miring tanpa penutupan vegetasi yang cukup.
Tak lupa, dia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penggalangan bantuan. Kepedulian ini merupakan bentuk kontribusi HKTI sebagai bagian dari komunitas yang peduli, bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mengurangi penderitaan masyarakat terdampak bencana.
“Kami harap bantuan ini dapat membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah,” ujarnya.
Tak hanya kegiatan kemanusiaan, menjelang puasa ramadan 1447 Hijriah, HKTI juga membuka pasar murah sebagai bagian dari program untuk menjadi mitra pemerintah dalam menyediakan pangan terjangkau.
“Pasar murah ini diadakan menjelang bulan puasa ramadan, sejalan upaya memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sesuai aturan ditetapkan pemerintah,” ungkap Sudaryono.
Sebagai informasi, HKTI kini telah bersatu, tidak lagi berstatus dualisme. Peranan awalnya kembali sebagai mitra pemerintah sejak pembentukannya pada tahun 1970-an masa Bapak Arto. Banyak pengurus HKTI merupakan bagian dari pemerintah, termasuk Presiden RI Prabowo Subianto, menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina.
