Bagi Adilla Khairiyyah Ramdani dan pasangannya Anggita Karna Deanty momen penyerahan medali ini menjadi penutup dari perjalanan emosional yang panjang.
“Saya bahagia sekali dan merasa hak saya akhirnya terpenuhi. Hampir dua tahun saya menunggu tanpa kejelasan. Sempat sedih dan kecewa karena masalah ini berlarut-larut, padahal keputusan sudah ada sebelum penutupan PON,” ungkap Adilla.
Ia menuturkan bahwa sejak pertandingan berakhir, pihak Jawa Barat langsung mengajukan protes resmi hingga proses berlanjut ke sidang teknis.
“Sejak pengumuman di lapangan, manajer saya langsung protes. Kami yakin hasilnya. Alhamdulillah, keputusan tetap menetapkan Jawa Barat sebagai juara satu. Bonus medali emas sebenarnya sudah saya terima, hanya penyerahan medalinya yang baru dilakukan sekarang,” jelasnya.
Adilla berharap, ke depan regulasi dalam olahraga kickboxing semakin kuat dan konsisten agar atlet tidak kembali menjadi korban kesalahan teknis.
“Saya ingin terus berkembang dan berprestasi. Saya juga berharap kickboxing Indonesia semakin berjaya, dengan aturan yang ditegakkan secara konsisten,” tambahnya.

