Serangan yang terjadi secara tiba-tiba itu membuat para korban panik. Akibatnya, siswa berinisial F yang berada di posisi depan motor mengalami luka parah di kedua mata dan saat ini masih menjalani penanganan medis. Sementara satu korban lainnya hanya mengalami kerusakan pada seragam sekolah karena cairan tersebut mengenai pakaian.
Roby menambahkan, penanganan perkara dilimpahkan ke Polres Metro Jakarta Pusat karena kasus ini melibatkan anak di bawah umur, baik dari sisi pelaku maupun korban.
“Karena ini perkara yang melibatkan kemungkinan pelaku maupun korban adalah anak-anak di bawah umur, sehingga ditangani oleh Satuan Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA),” jelasnya.
Dalam proses penyelidikan, polisi telah memeriksa dua orang saksi. Selain itu, polisi juga menelusuri video yang sempat diunggah akun Instagram @infonegri, yang memperlihatkan sekelompok pelajar berseragam sekolah berboncengan tiga sepeda motor sebelum insiden terjadi.
Kapolsek Cempaka Putih, Kompol Pengky Sukmawan, membenarkan adanya peristiwa penyiraman air keras tersebut. Namun, pihaknya masih mendalami kronologi lengkap kejadian.
