Di sektor penerbangan, pemerintah juga menyiapkan diskon tarif angkutan udara domestik kelas ekonomi sebesar 17–18 persen untuk perjalanan pada 14–29 Maret 2026 dengan target 3,3 juta penumpang.
Berbagai kebijakan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh akses perjalanan dengan biaya yang lebih terjangkau selama periode ramadan dan Idulfitri.
Selain itu, guna mengurai potensi kepadatan arus mudik dan balik, pemerintah menerapkan kebijakan work from anywhere (WFA) atau flexible working arrangement (FWA) selama lima hari, yakni pada 16, 17, 25, 26, dan 27 Maret 2026.
Tak hanya fokus pada mobilitas, paket stimulus ini juga diarahkan untuk memperkuat daya beli masyarakat melalui penyaluran bantuan sosial. Pemerintah akan menyalurkan bantuan pangan berupa 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan yang diberikan sekaligus untuk dua bulan.
“Bantuan ini ditargetkan kepada 35,04 juta keluarga penerima manfaat dari kelompok desil 1-4, dengan estimasi kebutuhan anggaran sebesar Rp11,92 triliun,” katanya. (far)
