Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengaku belum menerima laporan resmi terkait kasus tersebut. Ia menyatakan kementeriannya akan menelusuri informasi lebih lanjut.
“Nanti kami selidiki, saya belum mendapatkan informasinya,” ujarnya singkat.
YBS sebelumnya dikabarkan meminta uang kepada sang ibu untuk membeli buku dan pena. Namun, sang ibu yang bekerja sebagai petani sekaligus buruh serabutan mengaku tidak memiliki uang sama sekali. Kondisi itulah yang diduga menjadi pemicu keputusan tragis sang anak.
Peristiwa ini tak hanya memunculkan duka, tetapi juga pertanyaan besar tentang akses pendidikan dasar, kemiskinan ekstrem, serta sejauh mana negara hadir di kehidupan anak-anak dari keluarga paling rentan.(Vinolla)
