Untuk H-1 Lebaran (20 Maret 2026), jumlah tiket yang telah dipesan juga berada di angka 63.456 tiket. Sementara itu, pada H1 Lebaran (21 Maret 2026) tercatat 46.515 tiket terjual.
Pada H2 Lebaran (22 Maret 2026) sebanyak 55.425 tiket telah dipesan, disusul 23 Maret 2026 sebanyak 59.878 tiket, dan 24 Maret 2026 sebanyak 56.464 tiket.
“KAI mencatat bahwa tiket pada sejumlah tanggal di luar periode puncak tersebut masih tersedia dan dapat dimanfaatkan sebagai alternatif perjalanan,” bebernya.
Anne menambahkan, KAI terus menyiapkan langkah operasional untuk mendukung kelancaran Angkutan Lebaran, termasuk rencana pengoperasian kereta api tambahan yang akan diumumkan setelah proses finalisasi.
Pemeriksaan menyeluruh terhadap sarana perkeretaapian, mulai dari lokomotif hingga rangkaian kereta, juga dilakukan untuk memastikan seluruh layanan berada dalam kondisi optimal selama masa mudik dan balik.
Dari sisi layanan, sistem ticketing KAI menerapkan mekanisme pemesanan yang transparan dan terkontrol. Setiap tiket wajib menggunakan identitas asli penumpang dengan ketentuan satu identitas untuk satu nama.(Sofian)
