Lembaga ini mengelola dana dari sektor perkebunan yang berasal dari kontribusi industri kelapa sawit sebagai salah satu komoditas utama penyumbang devisa negara dari sektor non-migas.
“Dana yang dikelola BPDP kemudian dikembalikan kepada masyarakat melalui berbagai program seperti Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), program biodiesel, beasiswa, hingga pemberdayaan UMKM berbasis sawit,” jelas Helmi.
Lebih lanjut, Helmi menegaskan pentingnya mendorong kemitraan antara UMKM dan koperasi petani komoditas perkebunan sebagai bagian dari penguatan ekosistem sawit yang berkelanjutan.
“Melalui kemitraan ini, rantai pasok dapat terintegrasi dengan lebih baik, mulai dari penyediaan bahan baku hingga pemasaran produk. Hal ini tidak hanya memberikan kepastian usaha bagi UMKM, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani sebagai bagian dari ekosistem industri sawit,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pengembangan kawasan berbasis komoditas perkebunan yang terintegrasi dengan sektor lain, termasuk pariwisata desa.

