Sementara itu, Dinas koperasi dan UMKM kabupaten Sleman yang diwakili oleh Kepala Tim Fasilitas dan Layanan, Werdiningsih, menjelaskan bahwa pemerintah daerah memiliki sistem pendataan khusus yang mencatat lebih dari 100 ribu pelaku UMKM di wilayah Sleman.
“Kami juga memiliki klinik UMKM yang siap mendampingi para pelaku usaha dalam mengembangkan usahanya, baik yang berada di wilayah Minggir maupun di kantor dinas Kabupaten Sleman,” jelasnya.
Ketua Desa Wisata Pentingsari, Ciptaningtias, menekankan bahwa sumber daya manusia menjadi kunci utama dalam mewujudkan desa wisata mandiri.
“Pelatihan seperti pembuatan sandal dan taplak meja dari turunan sawit sangat bermanfaat karena dapat dikembangkan menjadi produk yang digunakan di homestay maupun dijual sebagai suvenir bagi wisatawan,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Haisawit Indonesia dan BPDP juga membawa dua pesan utama bagi pelaku UMKM di Yogyakarta, yakni pentingnya pemberdayaan UMKM dan koperasi petani komoditas perkebunan melalui kemitraan rantai pasok, serta penguatan pemahaman masyarakat mengenai manfaat kelapa sawit.

