Lebih jauh, Tetty menekankan pentingnya kolaborasi antara BPJS Ketenagakerjaan dengan pengurus masjid dan tokoh masyarakat dalam menyebarluaskan informasi perlindungan pekerja. Tetty mengatakan keterlibatan komunitas menjadi kunci dalam membangun kesadaran kolektif akan pentingnya perlindungan sosial.
“Kami berharap masjid dapat menjadi pusat edukasi yang berkelanjutan dalam menyampaikan manfaat Jaminan Sosial Ketenagakerjaan kepada masyarakat luas,” ujar Tetty.
Kehadiran booth layanan di tengah lingkungan hunian padat seperti Rusun Penjaringan juga memberikan kemudahan akses bagi masyarakat yang selama ini belum tersentuh layanan formal. Warga tidak hanya mendapatkan informasi, tetapi juga kesempatan untuk langsung bergabung sebagai peserta dengan proses yang sederhana dan cepat.
Tetty berharap gerakan ini mampu membangun kesadaran baru di tengah masyarakat yaitu perlindungan pekerja bukan sekadar kebutuhan tambahan, melainkan bagian penting dari kesejahteraan keluarga. Tetty menegaskan semakin luas cakupan kepesertaan, maka semakin kuat pula perlindungan sosial bagi masyarakat pekerja di Indonesia.
